Jika Anda mengalami trauma pada masa lalu yang begitu membekas. Trauma ini lantas Anda gunakan sebagai 'kambing hitam' atas keterpurukan Anda saat ini. Anda terus terikat dengannya, meski itu menyakitkan. Bila Anda tak bisa lepas dari trauma, maka coba tanyakanlah hal ini pada diri Anda: "Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan di derita oleh diri saya sendiri? Apakah trauma ini pantas menghancurkan seluruh sisa hidup saya? Siapa yang berkuasa disini, diri saya--ataukah trauma?" Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon.Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri. Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama. Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah daribmasa lalu adalah pikiran kita sendiri.Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari. Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup Anda sendiri. Ai temanku yang teguh hatinya, ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk mengingat masa lalu. Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri.Saat kita merasa sedih dan putus asa,atau bahkan menderita, coba renungkan keadaan di sekitar kita. Barangkali masih banyak yang lebih parah dibandingkan kita? Tetaplah tegar dan percaya diri,berpikir positif dan optimis, berjuang terus, dan pantang mundur. Itu baru temennya Anne Ahira :-)
Giri - Catatan Harian
Jika pernah melewati 'yang sulit' kemarin-kemarin, 'yang sulit' kali ini juga pasti bisa. - Theoresia Rumthe
Rabu, 29 Januari 2014
Bersikaplah rendah hati
Dear Ai, temanku yang luar biasa...Sekalipun engkau hidup berlimpahan dan berkecukupan dana, tetaplah hidup dengan sederhana.Tidaklah sulit menciptakan sifat yang baik yaitu sikap rendah hati dan sederhana. Orang yang memiliki sikap rendah hati selalu berusaha menjadi pribadi yang bisa menerima orang lain, tidak sombong, atau terlalu memperlihatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki.Tidak usahlah kita risaukan, jika orang lain tidak tahu apa yang kita miliki atau seberapa tinggi kemampuan kita melakukan segala sesuatu. Orang lain bisa menilai 'kualitas seseorang' hanya dengan melihat sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari yang kita lakukan. Dengan bersikap rendah hati, berarti kita telah menjaga diri kita sendiri. Dengan bersikap rendah hati, berarti kita telah menempatkan diri di posisi yang nyaman, tenang, damai dan tentram.Jika hati sudah merasa nyaman, damai dan tentram, maka secara otomatis Anda akan tampak bersahaja dan bahagia. Bukankah itu yang kitai nginkan? :-)Marilah kita bersikap rendah hati,dan membiasakan diri, untuk selalu hidup sederhana...
Setiap orang mengalami pasang surut
Tidak baik jika kita menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, agar bisa jadi pedoman dan tuntunan untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan yang lebih berarti di kemudian hari.Dear Ai,Kita tahu bahwa dunia ini selalu berputar. Adakalanya manusia ada dibawah, atau sebaliknya ada di atas.Ada orang bertanya kepada saya, bagaimana dengan kenyataan yang sering kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah? Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang sama dengan orang-orang yang mampu dan kuat berada di atas? Seringkita lihat orang-orang yang sudah diatas malah semakin ke atas.Temanku, pandangan itu semua hanyalah ironi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada mereka yang sudah ada di atas. Kebanyakan di antara kita melihat mereka yang di atas selalu dari 'materi' atau jabatan.Namun percayalah, setiap orang mengalami pasang surut.Belajarlah dari orang-orang yang sudah ada di atas, dan orang-orang yang berada di bawah. Jangan hanya melihat ke atas.Banyak pelajaran yang bisa diambil dari keduanya, yang bisa engkau jadikan bekal tuk menjadi pribadi yang luhur bijaksana, sukses lahir dan batin.Pepatah mengatakan:"Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika dia berdiri dan memberiperintah. Kebesaran seseorang akan terlihat ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka untuk mencapai sukses" - Prof.G. Arthur KeoughJanganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya,carilah terus 'cara' untuk menggapai keberhasilan.
Rabu, 20 November 2013
Success
Kita tahu, setiap manusia memiliki DNA yang berbeda. Nah, kita harus bisa menempatkan keunikan yangada agar menjadi nilai tambah bagi kita. Hindari membuat keunikan yang ada menjadi keanehan pada diri kita, yang bisa membuat kita tampak konyol dan tidak simpatik. Sebagai contoh, ada seorang laki-laki penggemar Lady Gaga. Dia berusaha berbicara, berjalan, dan berpenampilan seperti Lady Gaga. Eh, yang ada malah dia kelihatan jadi gaga-gugu. :-)
Erni Aladjai - Kota Tanpa Pejalan Kaki (Dimuat di Kolom Literasi Koran Tempo Makassar 22 Juni 2013)
Benny H Hoed, guru besar Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia mengatakan; di negeri kita, pemaknaan sosial atas tempat yang disebut “jalan” telah mengalami pemaknaan yang melenceng. Pembangunan jalan-jalan di kota-kota kita—termasuk di Jakarta (saya tambahkan, di Makassar juga)—seakan tidak memasukkan jalur khusus bagi pejalan kaki. Yang dipentingkan adalah jalur kendaraan bermotor.
http://pohonsagu.blogspot.com/2013/11/kota-tanpa-pejalan-kaki-dimuat-di-kolom.html
Kamis, 24 Oktober 2013
Fungsi dan Ragam Bahasa
1). Sebagai alat berkomunikasi 2). Sebagai alat mengekspresikan diri 3). Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi social 4). Sebagai alat kontrol sosial
1). Menghendaki adanya orang kedua, teman berbicara yang berada di depan pembicara 2). Unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat dan objek tidak selalu dinyatakan. Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan, atau intonasi. 3). Sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu. 4). Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya dan panjang pendeknya suara
1). Tidak mengharuskan adanya teman bicara berada didepan 2). Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi gramatikal harus nyata karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada didepan pembicara. Kelengkapan ragam tulis menghendaki agar orang yang diajak bicara mengerti isi tulisan itu. 3). Tidak terikat oleh situasi, kondisi, ruang, dan waktu. 4). Dilengkapi dengan tanda baca, huruf besar, dan huruf miring.
1). Kemantapan dinamis (sesuai dengan kaidah bahasa dan tidak kaku). 2). Cendekia (ragam baku bersifat cendikia karena ragam baku dipakai pada temapat-tempat resmi. Pewujud ragam baku ini adalah orang-orang yang terpelajar. Hal ini dimungkinkan oleh pembinaan dan pengembangan bahasa yang lebih banyak melalui jalur pendidikan formal (sekolah). Disamping itu, ragam baku dapat dengan tepat memberikan gambaran apa yang ada dalam otak pembicara atau penulis. Selanjutnya, ragam baku dapat memberikan gambaran yang jelas dalam otak pendengar atau pembaca). 3). Seragam (ragam baku bersifat seragam, pada hakikatnya proses pembakuan ialah proses penyeragaman bahasa. Dengan kata lain, pembakuan bahasa adalah pencarian titik-titik keseragaman).
Referensi
Amando, M. 1962. Uraian Kalimat dan Kata-kata. Djakarta : Pustaka Rakyat.
Tera, R.I. 2010. Panduan Pintar EYD. Yogyakarta: Indonesia Tera.
http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempurnakan
Munaf, Husen. 1947. Tata Bahasa Indonesia. Edisi Kedua 1951. Djakarta : Fasco.
Chamdijah, Sitti. 1970. Teori Bahasa Indonesia. Djakarta : Gadjah Mada.
Senin, 10 Juni 2013
Sumber dan Media Pembelajaran IPS
Melangkah dari masa lalu
Jika Anda mengalami trauma pada masa lalu yang begitu membekas. Trauma ini lantas Anda gunakan sebagai 'kambing hitam' atas keterpur...
